
Menjelang hari raya Idul Fitri, pusat perbelanjaan terlihat ramai. Mengapa? Anda mesti tahu bahwa lebaran identik dengan pakaian baru. Bahkan sebuah lagu mengiyakannya. "Baju baru, Alhamdulillah. 'Tuk dipakai di hari raya"
Memang betul, kalau Anda mengatakan itu lagu anak-anak. Tapi ternyata fenomena 'baju baru' bukan hanya milik anak-anak. Ibu-ibu, mengantri di depan pintu kamar pas swalayan yang bertuliskan "Maksimal dua potong". Saat ditanya mengapa memanfaatkan even lebaran untuk membeli pakaian, menjawab "Kalau bukan lebaran, kapan lagi?"
Beberapa, melihat antrian yang begitu panjang memutuskan mencoba pakaian di tempat. Merangkap pakaian yang dipakai dengan 'calon' baju baru. Tapi tunggu dulu, ternyata bukan baju saja yang 'perlu' baru. Alas kaki untuk silaturahmi juga banyak dicari. Anak-anak, girang mencoba sandal-sepatu, mencocokkan sepatu di display toko dengan ukuran kakinya. Tak kalah ramai, di bagian penjualan bahan makanan dan perabot rumah tangga para ibu dan remaja putri terlihat memilah-milih kue dan camilan. Bukan hanya itu, bahan makanan untuk memasak juga diborong. Perangkat baru dibeli demi rumah terlihat cantik di hari raya.
Suasana lebaran makin terasa ketika sanak saudara berkumpul. Beramai-ramai dating dari perantauan ke kampong halaman. Menyisakan cerita-cerita yang tak habis bila ditumpahkan. Hingga hari raya tiba.
Lalu? Apa yang kita harapkan dari perayaan Idul Fitri? Hari yang dinantikan bahkan sejak awal Ramadhan datang, dengan persiapan perayaan paling 'wah' di dunia? Kita tahu tak ada suasana Idul Fitri semeriah di Indonesia. Hingga seluruh stasiun televisi pun berlomba-lomba mengabarkan perkembangan info lebaran. Dari mudik sampai pernak-pernik.
"Sehabis shalat Ied, makan opor dan silaturahmi, badan saya rasanya lungkrah. Rasanya ingin tidur." Delapan puluh persen responden menyatakan demikian. Tak apa jika hal itu terjadi. Dengan catatan, kita mendapatkan poin esensi dari bulan Ramadhan. Dan hikmah kemenangan Idul Fitri. Hati menjadi suci, saling memaafkan, dan ikhlas. Tak lupa saling berbagi. Apalah artinya sebulan menahan lapar dan dahaga, jika hati tak tergerak menjadimuslim yang lebih baik? Semoga puasa yang kita jalani diterima oleh Allah, dan menuntun kita menjadi orang yang bertaqwa.
Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan, bulan yang semoga masih bias kita jumpai tahun depan. Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin.





0 komentar:
Poskan Komentar