Seorang anak laki-laki, kira-kira usianya tujuh tahun, terus mengoceh, dan menggerak-gerakkan tangannya ke atas-ke bawah, seakan memegang sesuatu naik dan turun. Sepanjang jalan, sejak keluar dari gerbang sekolah hingga masuk ke halaman rumah, walaupun ia sendirian, rasanya itu pun sudah cukup. Cukup memuaskan khayalannya, imajinasinya, perasaan dan pikirannya.
Ada lagi seorang gadis kecil, yang meniru gerak-gerik kakak perempuannya. Cara duduk, berjalan, kebiasaan makan sambil membaca buku bahkan sampai masalah gaya rambut.
Sebenarnya, dulu kita juga pernah mengalaminya. Bahkan mungkin dengan tingkah laku yang lebih ‘ajaib’.

Kebahagiaan yang didefinisikan sebagai keberuntungan, kesenangan, dan ketentraman dalam kehidupan tidak serumit yang dibayangkan. Saat seorang anak berkhayal, atau sekedar meniru tingkah laku ayah, ibu, atau kakaknya, ia sudah mendapatkan kebahagiaan.
Dan sebenarnya, setelah dewasa pun, kebahagiaan itu tidak pernah berubah sifatnya. Kebahagiaan itu sederhana. Sesederhana apakah?
Semakin rumit permasalahan yang Anda lihat, bentuk bahagia terasa semakin sederhana. Namun bukan berarti sederhana, lalu memperolehnya adalah hal yang mudah.





4 komentar:
hehe
aku juga sering imitasi Un
sering ikut2 gaya2nya rapper, 50 Cent, Eminem, 2pac, xzibit, ampe stiker public enemy (rapper jadul) nemplok terus di kap lampu depan motorku ampe sekarang.
kalo liat aku lagi komat-kamit engga jelas berarti aku sedang ingin bercinta...
enggak ding bercanda, itu artinya lagi nyanyi lagu rap kesukaan gw hehehe...
Kalo kamu Un? ikutan siapa?
hehehe
wah,, punya idola sendiri
saia?
lupa itu,,
hehehe
ini PR buat saia ya,,
mengingat
^^
thx komennya
KOmennya ngga beda jauh sama yang di FB....copy saja kesn Un heheheh
@adnan : hehe..
terimakasih sudah komen ya~
di FB juga
Poskan Komentar