Tak bisa dipungkiri bahwa kesibukan di kampus, atau rutinitas pekerjaan membuat kita sering mengabaikan keadaan tubuh. Bahkan kalau dihitung-hitung, banyak sekali kebiasaan sehari-hari yang bisa membahayakan tubuh. Contohnya? Mengetik berjam-jam di depan komputer, atau bagi para wanita, memakai sepatu hak tinggi selama bekerja.
Karena itu, kita sebagai masyarakat modern harus bisa profesional dalam bekerja sekaligus mejaga kesehatan dengan baik. Mulailah dari hal yang sederhana, mulailah dari meja makan Anda. Setiap kali makan, usahakan ada buah atau sayur dalam menu.
Sayur dan buah, mereka sering terlupakan (padahal sangat penting). Saat Anda terjebak padatnya kegiatan, Anda mungkin akan memesan makanan fastfood, dan kecil kemungkinan ada sayur disana—kalaupun ada, jumlahnya tak mencukupi kebutuhan serat dalam tubuh.
Seberapa Pentingkah Serat?
Mungkin Anda masih bertanya-tanya, “Apakah serat itu benar-benar penting?” atau “Kalau makanan hewani lebih lezat, mengapa harus makan banyak serat?”
Memang, pada daging seperti daging sapi dan ayam terdapat serat, tetapi yang dimaksud dengan serat makanan oleh para ahli adalah bagian dari karbohidrat kompleks yang hanya terdapat pada dinding sel tanaman, di dalam sel tanaman, atau di antara sel tanaman. Serat ini tidak dapat dicerna oleh enzim saluran cerna manusia. Jadi, yang dimaksud sumber serat adalah bahan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Untuk peranan serat dalam tubuh, ternyata pengaruh serat yang masuk membawa banyak manfaat bagi kita. Ambil saja contoh sayur. Di mulut sayur dikunyah oleh gigi dan dibantu oleh lidah dan air liur. Selanjutnya sayur yang masuk ke kerongkongan sudah dalam potongan kecil singgah agak lama di lambung sehingga bisa menunda lapar. Selama berada dalam lambung, kuman yang tidak sengaja masuk ke saluran pencernaan mati karena asam lambung.

Kemudian makanan masuk ke usus kecil dalam bentuk semicair. Di sini ukuran serat menjadi lebih kecil lalu vitamin dan mineral yang terkandung diserap tubuh. Setelah usus kecil, makanan masuk ke usus besar. Di usus besar, cairan yang terkandung dalam massa diserap, serat membantu gerak peristaltik otot usus sehingga feses cepat keluar.
Menghitung Manfaat Serat
Serat bukan hanya memperlancar pencernaan, tetapi masih banyak lagi manfaat tersembunyi di dalamnya. Diantaranya adalah :
- Mencegah bau mulut (halitosis).
Megapa? Logikanya begini: makanan berserat harus banyak dikunyah lebih lama. Saat dikunyah itulah mulut dibersihkan dari aroma yang tidak sedap. Maka jika Anda memilih buah untuk pencuci mulut, itu tindakan yang tepat!
- Mencegah dan mengatasi diabetes mellitus.
Selain mengurangi asupan lemak, serat juga memperlambat penyerapan glukosa (gula darah) di saluran pencernaan, sehingga kadar gula darah tidak meningkat secara tiba-tiba. Dengan demikian kestabilan gula darah penderita diabetes bisa terjaga.
- Membantu mencegah kanker.
Serat mampu melarutkan, mengikat, dan mempercepat perjalanan zat-zat penyebab kanker saat melalui usus besar. Di samping itu, serat juga menyebabkan terjadinya reaksi fermentasi pada zat-zat makanan yang tidak dapat dicerna usus besar. Akibatnya terjadi penurunan kadar keasaman usus besar yang dapat mencegah risiko terjadinya kanker.
Bahkan, mengasup buah dan sayur juga salah satu upaya anti-aging. Vitamin A, C, E dan mineral selenium yang terkandung di dalamnya bersifat antioksidan, mencegah radikal bebas perusak sel-sel tubuh.
Seperti yang telah kita lihat bersama, banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menelaah manfaat sayur dan buah untuk tubuh. Ternyata, peran mereka lebih besar dari sekedar menjaga saluran cerna. Kalau sudah begini, tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk menghindari makanan berserat. Mulailah dari yang sederhana, mulailah dari meja makan Anda.





4 komentar:
masukan yang baik
tapi ada yg kurang Un,
ada yg seratnya lebih ekstrim lgi
jreng jreng jreng
"kayu jati"
hehehe
Hahah..
Kalo makan gimana ya?
Thx komennya..
hallo, artikelnya bagus, niy. mungkin link berikut bisa menjadi bahan referensi.
http://www.melindahospital.com/melindahospital/modul/user/artikel.php
@tezar : terimakasih, saia bakal sering browse info kesehatan :)
Poskan Komentar